Wednesday, September 3, 2014

Learn To Write

Apa yang mau di tulis? Rasanya ingin menulis sesuatu, tapi begitu halaman kosong terbuka, blank semuanya.
sebenernya gue pengen rajin posting di blog ini, tapi macet aja gtu di otak. Selalu merasa tidak ada hal istimewa yang bisa dibagi. Padahal katanya, cara belajar menulis itu ya dengan menulis itu sendiri.
Jadi kali ini, gue menulis apa aja yang terlintas di otak. Ga penting sih isi postingan ini, tapi seorang penulis bilang, menulis itu mudah, tuliskan apa yang ada di otak. Jadi ya cuma ini yang terlintas di otak gue saat ini. Sedangkal ini. Semoga dengan terus-terusan menulis, kemampuan gue pun bertambah.
Oh iya, gue lagi nyoba aplikasi blog di Android ni, supaya lebih mudah menulis.
See ya.. 😄😄

Friday, May 16, 2014

don't stalk!

kebiasaan orang Indonesia yang suka mengumbar apapun di akun social media miliknya memudahkan gue yang tingkat ke-kepo-annya sangat tinggi untuk tahu apa yang sedang terjadi dalam hidup temen-temen gue tanpa harus menanyakannya langsung.
yups, tingkat ke-kepo-an gue emang tinggi dan gue itu care sama temen-temen tapi itu semua berbanding terbalik sama kemampuan gw bersosialisasi. jadi, demi memuaskan rasa kepo gue, gue sering banget stalking akun socmed temen-temen gue.
tapi kadang, stalking adalah cara lain untuk menyakiti diri sendiri. kadang, mengetahui ada hal yang ga dikasih tau ke gue itu menyakitkan. seperti yang baru gw alami. there's a friend of mine. my friend's ex-boyfriend. kita masih berhubungan baik, masih sms-an, apalagi saat dia lagi insomnia. emang sih ga begitu intens sms-an, kadang dia rajin sms selama seminggu terus menghilang selama 2 atau 3 bulan. but, it's fine for me. a friend is still a friend no matter what. terakhir dia rajin sms gue sekitar sebulan yang lalu, lalu seperti biasa menghilang.
nah, karena gue kepo, kemaren gue stalking twitter-nya dia. dan terkuaklah berita kalo dia akan segera menikah, minggu ini. 
well, it's shocking me. a month ago, he told me anything at all. bahkan sama sekali ga menyinggung soal pernikahannya.
saat tau pernikahannya akan diadakan minggu ini, gw sedih. bukan karna dia akan menikah, tapi karna dia gak ngasi tau gue. jadi selama ini, dia anggap gue apa? cuma, orang yang akan membalas sms-nya dia, bahkan ditengah malam sekalipun?
sikap gue ini emang berlebihan, gue sadar banget. gue juga tau, dia berhak untuk gak ngasi tau gue. tapi tetep aja, berita bahagia kayak gini, gue pasti ikut bahagia. bukannya sekarang gue gak bahagia atas pernikahannya, gue tetep sangat bahagia, and I wish all the best for them.
demikianlah, sekelumit rasa kecewa yang gw rasain setelah stalking akun socmed temen gw. lalu, apa inti dari post ini? gak ada. gue cuma mau menumpahkan kemarahan dan kekecewaan gue. tolong jangan ditiru. marah-marah di blog dan stalking akun socmed. demi kesehatan jiwa. :))

dan terakhir, gw mau mengucapkan selamat buat pernikahan temen gw itu. and i'm soooooo happpyyy for both of you. :)

Monday, May 28, 2012

berkomentar dengan terhormat


tampilan baru facebook membuat kita bisa melihat aktivitas orang lain yang ada dalam friendlist kita. bahkan saat aktivitas itu tidak ada hubungannya dengan kita. seperti komentar seorang teman dalam sebuah grup atau fanpage.

kadang aku iseng membaca komentar-komentar di fanpage yang masuk di timeline facebook-ku, misalnya fanpage artis luar negeri, yang pastinya mereka update status dalam bahasa Inggris. tapi seringnya, komentar-komentar yang masuk  tidak berhubungan dengan isi statusnya, bahkan menurut aku mereka yang berkomentar sebenernya tidak menghormati si penulis status (admin).

mereka yang like fanpage artis luar negeri seharusnya adalah fans dari artis tersebut. dan seharusnya mereka juga sadar klo apapun yang di-update pastinya berbahasa Inggris. sebagian memang mengomentari sesuai topik dengan baik dan benar. sebagian yang lain berkomentar menggunakan bahasa ibu-nya masing-masing. yang menggunakan bahasa asing selain bahasa Inggris, aku ga ngerti. tapi ada juga yang berkomentar menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa daerah yang ada di Indonesia. klo isi komentarnya sesuai topik sih gpp, tapi banyak juga yang isi komentarnya tidak sesuai topik, mereka menuliskan apa aja yang mereka mau, kadang mereka melecehkan pengomentar yang lain, bahkan mempertanyakan apa arti dari status berbahasa Inggris tersebut. mereka ini bodoh, malas atau apa sih? bodoh karena dengan like fanpage artis luar negeri seharusnya mereka paham klo isinya pasti berbahasa Inggris. malas karena mereka ga mau buka kamus atau google translate. mereka bisa facebook-an berarti punya akses internet untuk buka google translate klo ga mau bolak balik buka kamus.

dengan mengirimkan komentar-komentar seperti itu, mereka bener-bener ga menghormati si artis atau admin fanpage tersebut dan melecehkan diri mereka sendiri, bahkan menjelek-jelekkan Indonesia. mungkin admin atau artis tersebut tidak menbaca komentar-komentar yang masuk, tapi setidaknya pengomentar yang lain atau orang-orang iseng seperti aku membaca komentar-komentar tersebut. coba pikirkan apa yang ada dipikiran mereka saat membaca komentar-komentar tersebut. "ooh.. begini toh kelakuan orang Indonesia yang katanya ramah?" -sarcasm mode on. klo kalian pikir orang luar negeri ga ngerti bahasa Indonesia, mungkin mereka ga malas dan mau buka google translate.

berkomentar sesuai topik merupakan salah satu bentuk penghormatan yang paling gampang dilakukan. klo gak ngerti lebih baik diem aja, daripada mempermalukan diri sendiri. silence is gold, isn't it?

Wednesday, May 23, 2012

Time Traveller? Beneran Ada Ga?


secara sederhana, Time Traveller adalah penjelajah waktu. mereka melintasi waktu untuk datang ke masa lalu atau masa depan. ada beberapa bukti keberadaan Time Traveller, misalnya foto, tapi semua juga tahu, dengan teknologi, kita bisa memanipulasi foto.

sebelumnya aku ga begitu tertarik sama Time Traveller. isu tentang keberadaan Time Traveller udah ada dari dulu dan menurut aku akan selalu ada. apalagi dengan berkembangnya teknologi yang sangat cepat, manusia akan semakin mudah memanipulasi masyarakat, membuat gambar yang sudah dimanipulasi sehingga terkesan kalau Time Traveller itu emang bener-bener ada.

Terlepas dari ada atau tidaknya Time Traveller, aku sih ga terlalu peduli. ga ada ngaruhnya buat aku. tapi setelah menonton Rooftop Prince, aku jadi berimajinasi klo Time Traveller itu mungkin emang ada. bukan mikir yang serius, cuma berimajinasi aja. :D

Rooftop Prince adalah drama Korea yang bercerita tentang seorang Putera Mahkota dan 3 orang pengawalnya dari  jaman joseon (jaman kerajaan Korea) 300 tahun lalu yang melintasi waktu ke jaman modern tahun 2012 ini. nah, pas di jaman modern ini, mereka berempat gagap banget sama teknologi. gak ngerti handphone, ga ngerti mobil dan motor, bingung sama boneka, rice cooker, TV yang bisa ngomong, lift dikira ruang ganti bahkan ga bisa buka tutup botol ulir.

dalam drama ini, pada akhirnya mereka harus kembali ke jaman-nya mereka, jaman joseon 300 tahun yang lalu. disinilah, aku mulai berimajinasi. selama berada di jaman modern, mereka beradaptasi dan mempelajari teknologi. dan pastinya mereka mengerti banget manfaat teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. klo aku jadi mereka, sekembalinya ke jaman joseon yang sama sekali belum tersentuh teknologi, pasti akan merasa berat menjalani hidup, karena udah terbiasa dimanjakan oleh teknologi. kemungkinan besar mereka akan mencoba membuat teknologi yang sama yang akan memudahkan kehidupan mereka.

nah... mungkin ga ya para Time Traveller itu datang ke masa depan, melihat dan mempelajari perkembangan dunia (termasuk kemajuan teknologi) kemudian kembali ke masa lalu dan membuat teknologi yang sama (atau mendekati karena ilmu-nya mungkin belum memadai di masa lalu). makanya, di masa sekarang teknologinya sudah berkembang secanggih ini, karena Time Traveller udah ngintip duluan.

begitupun Time Traveller yang datang dari masa depan. mereka datang dari masa depan untuk memberitahukan perkembangan di masa depan dan memberikan ilmunya. jadi di masa depan, dunia berkembang semakin canggih, karena sebelumnya udah dikasih bocoran sama Time Traveller.

mudah-mudahan ga bingung ya.. :D
udah ah berimajinasinya.. jangan dianggep serius, cuma imajinasi kok.. :P

Sunday, January 1, 2012

Molly : Penyakit Adalah Berkah


"Penyakit adalah berkah."
Di-quote dari dialog Molly, salah satu karakter dalam film Arisan!2.

Molly adalah penderita kanker, yang menurut dokter hidupnya akan berakhir dalam tiga tahun kedepan. Menurut Molly, mengetahui bahwa hidupnya tinggal tiga tahun lagi adalah berkah. Orang sehat mana ada yang tahu berapa lama lagi hidupnya.

Gw setuju banget sama Molly. Sejak dulu, gw selalu "iri" sama orang-orang yang sakit keras. Yang divonis oleh dokter kalau hidupnya tidak lama lagi.

Gw ga berharap dikasih sakit. Ga mau malah. Jangan sampe deh. Tapi menurut gw, Tuhan pasti sayang banget sama orang-orang yang dikasih sakit. Yang mungkin hidupnya tidak lama di dunia. Yang mungkin ga bikin banyak dosa di dunia.

Gak kayak gw. Yang sehat dan merasa bisa hidup selamanya. Yang selalu bikin dosa. Gw selalu berpikir, klo misalnya gw sakit keras dan hidup gw ga lama lagi, gw pasti akan lebih menghargai hidup. Bukannya sekarang gw ga menghargai hidup, tapi gw akan lebih menghargai hidup gw dengan tidak melakukan dosa, ibadah dengan benar, pokoknya lebih baik dalam segala hal dalam hidup gw.

Seharusnya "melakukan segala hal dengan lebih baik" ga harus menunggu sakit keras atau dalam keadaan terdesak. Itu emang harus selalu dilakukan. Tapi emang dasar gw "bandel", jadi ya kadang suka belok-belok deh jalannya.:P

Tapi sakit emang membawa berkah loh. Minggu lalu, gw kena diare selama 2 hari daaannn berat badan gw berkurang 5 kg. Iya sih, yang menghilang pasti cairan dalam tubuh gw dan pasti akan cepat balik lagi, tapi seneng loh melihat jarum di timbangan badan bergerak ke kiri. :P 

Thursday, November 17, 2011

selamat ulang tahun (?)


kemarin, salah seorang temen gw ulang tahun. seperti biasa, setiap ada yang ulang tahun, pasti ditodong traktiran. begitupun teman gw, akhrirnya dia mentraktir kita makan-makan. saat sedang makan itulah terjadi sedikit perdebatan diantara beberapa teman gw.

dimulai saat seorang temen gw mengucapkan selamat ulang tahun. kemudian teman gw yang lain, yang prinsip agamanya agak "saklek" bilang klo dalam agama kita dilarang mengucapkan selamat ulang tahun, karena itu adalah kebiasaan orang barat. selain itu, ucapan selamat ulang tahun biasanya diikuti dengan doa "semoga panjang umur", padahal umur kita sudah ditetapkan, tidak mungkin diperpanjang, yang ada malah umur kita semakin berkurang setiap tahun.

well, pro kontra seperti itu udah sering gw denger. karena pengetahuan gw soal agama masih terbatas, gw cuma bisa jadi penonton aja kemaren, ga berani ngomong apapun karena takut salah.

gw masih mengucapkan selamat ulang tahun kepada setiap temen gw yang berulang tahun. tapi ga pernah lagi mendoakan "semoga panjang umur", karena emang bener umur kita ga mungkin diperpanjang. gw mengganti doa "semoga panjang umur" dengan doa "wish you all the best". lebih netral.

terlepas dari pro kontra ucapan selamat ulang tahun, ada satu alasan personal kenapa gw selalu mengucapkan selamat ulang tahun kepada temen-temen gw. gw tau rasanya (sedih dan kecewa) saat temen-temen gw ga inget hari ulang tahun gw. dan rasanya bahagia banget saat seorang temen inget hari ulang tahun gw. meskipun cuma satu orang. gw merasa lebih dihargai dan diperhatikan. makanya gw berusaha untuk mengingat tanggal lahir temen-temen gw (thanks to facebook reminder :P) dan ga lupa mengucapkan selamat ulang tahun saat hari itu tiba.

buat gw ucapan selamat ulang tahun bukan cuma basa-basi atau berharap dapet traktiran. ucapan selamat ulang tahun, berarti penghargaan dan perhatian. dan pasti senang kan klo ada yang mengucapkan selamat ulang tahun? bukankah memberi kebahagiaan untuk orang lain itu baik? ^^

*tidak bermaksud SARA ya.. :)

Wednesday, September 28, 2011

post sisipan

it's been a long time since my last post.

seharusnya gw rajin menulis, tapi rasanya males banget memulai. dan sulit untuk menuangkan apa yang ada di otak ke bentuk tulisan. padahal kan "practice makes perfect" ya... :P

semangat girl. pindahkan isi otakmu ke dalam blog ini, supaya kepalamu ga penuh. :D

Friday, May 20, 2011

Film : Source Code


gw tertarik menonton film ini setelah temen gw post di facebook klo film ini recommend buat programmer. gw bukan programmer, tapi penasaran sama film ini. akhirnya tadi siang kesampean nonton film ini.
gw akan membuat resensi-nya. gw belom pernah menulis resensi film sebelumnya, jadi maaf klo banyak kekurangan. 
dan penilaian ini subyektif, ini cuma opini gw. :D

gw lebih suka menyebut film ini film science fiction atau film fantasi. diawali dengan terbangunnya Kapten Colter Stevens dalam sebuah kereta dalam tubuh yang berbeda (yang kemudian diketahui bernama Sean) dan ditemani seorang wanita bernama Christina. Saat sedang mencoba "mengenali" dirinya atau tubuhnya yang baru, tiba-tiba kereta yang ditumpanginya meledak.

Sesaat kemuadian Stevens terbangun dalam sebuah kapsul dalam dirinya yang sebenarnya. Dalam kapsul tersebut, Stevens ditemani wanita berseragam militer bernama Colleen Goodwin dalam sebuah monitor. Dari Goodwin diketahui bahwa Stevens sebenarnya sudah mati tapi otaknya masih berfungsi dan saat ini  sedang berada dalam proyek pemerintah bernama Source Code dengan misi menemukan bomber dalam kereta yang tadi tumpanginya. Stevens kemudian berkali-kali kembali kereta sampai menemukan sang bomber.

Perlu diketahui bahwa Stevens hanya mempunyai waktu 8 menit di dalam kereta sebelum kereta tersebut meledak. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa Stevens bukan kembali ke masa lalu, tetapi mungkin masuk ke dalam dunia pararel atau mungkin dunia yang sama dalam dimensi yang berbeda (gw gak tau istilah sebenarnya :P ).

Setelah berhasil menemukan sang bomber, Stevens meminta kepada Goodwin untuk dikirim kembali ke dunia pararel untuk melakukan hal yang belum dilakukannya sebelum mati. Stevens pun meminta kepada Goodwin untuk mematikan perangkat yang menopang hidup-nya di dunia nyata setelah 8 menit terakhir dia di dunia pararel.

Kemuadian, apakah yang terjadi setelah 8 menit terakhir itu?
Should I tell you? :P

Menurut gw pribadi, ide film ini sangat menarik. Sangat berbau fantasi untuk saat ini, mungkinkah di masa depan ada yang bisa mewujudkannya? Film-nya pun menarik dengan ending yang juga menarik untuk gw yang awam tentang dunia film.
Untuk film ini gw kasi rating 3,5 dari 5. 

Kredit Film
Sutradara : Duncan James
Penulis : Ben Ripley
Pemain : Jake Gyllenhaal, Michelle Monaghan, Vera Farmiga

Monday, March 7, 2011

hak untuk berbagi

seorang teman pernah bilang ke gw.

"setiap orang punya hak untuk berbagi apapun, kepada siapapun"

saat itu, gw lagi sebel sama temen-temen gw. gw ngerasa, mereka telfon gw, sms gw, pm gw saat mereka lagi butuh gw. lagi bete-lah, sedih-lah atau lagi patah hati, bahkan saat butuh duit ;p. saat mereka seneng-seneng, mereka lupa sama gw. saat gw sedih dan butuh dukungan, gw ngerasa mereka ga ada buat gw.

kejadian seperti itu kayaknya pernah dirasakan oleh kebanyakan orang. dan reaksi kebanyakan orang yang mengalaminya pun mungkin hampir sama. sebel. kesel. bete. marah. temen macam apa yang cuma dateng saat butuh? bukannya teman itu ada saat suka dan duka? seenggaknya itu yang muncul di otak gw saat itu. 

tapi begitu mendengar kalimat di atas, gw berpikir ulang. bener juga apa yang di bilang temen gw. hak setiap orang untuk membagi apapun yang meraka punya.  hak setiap orang juga untuk berbagi kepada siapapun yang mereka mau. kalaupun mereka cuma mau membagi kesedihannya sama gw, ya suka-suka mereka. mereka berhak membagi kesedihan dan kesusahannya sama gw dan gw gak berhak menghakimi mereka karena cuma mau membagi kesedihannya sama gw.

kalimat itu emang gak sepenuhnya menghilangkan rasa sebel dan kesel yang gw rasain, tapi seenggaknya bisa meredakan amarah gw. dan gw pun belajar untuk menghargai dan menghormati hak mereka dalam berbagi.

terima kasih buat temen gw yang udah membuka pikiran gw. :)

Monday, February 7, 2011

arti sahabat?

*tulisan ini hanya opini gw, maaf kepada yang tidak sependapat sama gw.*

setiap orang pasti memiliki definisi berbeda-beda mengenai sahabat. ada yang bilang sahabat itu adalah satu jiwa dalam dua tubuh berbeda. ada juga yang bilang sahabat adalah seseorang yang selalu ada saat duka dan suka.

menurut wikipedia, sahabat adalah seseorang yang akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, yang memiliki selera yang serupa, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Sahabat juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Lalu, bagaimana definisi sahabat menurut gw?
Menurut gw, sahabat adalah hanyalah sebuah konsep yang membuat kita merasa memiliki excuse untuk “menguasai” seorang teman. Sebenernya, “menguasai” bukan kata yang tepat, tapi gw belum nemu kata yang lebih tepat.

Kenapa gw bisa berpikir kaya gitu?
Dulu, gw adalah orang yang sangat percaya akan keberadaan sahabat. Sampai kemudian, temen gw bilang, klo dia gak percaya adanya sahabat. Saat itu, gw masih menyangkal pendapat dia, tapi seiring berjalannya waktu dan beberapa kejadian yang agak tidak menyenangkan dengan sahabat dan diskusi-diskusi dengan teman, gw memutuskan untuk tidak lagi mengkotak-kotakkan teman-temen gw dengan istilah sahabat.

Alasannya?
Saat gw mulai menganggap seseorang sebagai sahabat, gw merasa bahwa sahabat gw adalah orang yang sangat mengerti gw. Yang tahu apa yang gw mau, tanpa perlu gw ucapkan dengan kata-kata. Pokoknya bener-bener satu jiwa dalam dua tubuh. Padahal, kita tetep aja dua orang yang berbeda. Yang berbeda kepala dan pasti berbeda isi otak dan pikirannya.

Seperti kata wikipedia, bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka. Dulu gw seperti itu. Menganggap klo sahabat tidak akan merugikan atau menyakiti gw. Padahal, sahabat juga mempunyai ego pribadi, yang tetap akan menomorsatukan kepentingan pribadi daripada kepentingan orang lain—sekalipun kepentingan sahabat sendiri. Jadi, tetap ada kemungkinan bahwa sahabat akan merugikan dan menyakiti gw.

Maksud gw “menguasai” pada kalimat di atas adalah gw akan banyak berharap sahabat gw selalu ada buat gw, selalu mengerti gw, selalu berpihak ke gw, dan harapan-harapan lain yang mungkin cuma menguntungkan gw pribadi.
Jadi, dengan alasan-alasan tersebut, gw gak mau lagi mengkotak-kotakkan temen gw dengan istilah sahabat. Supaya gw tidak lagi berharap banyak sama orang lain dan supaya gw tidak lagi merasa disakiti sama sahabat cuma karena perbedaan pendapat.

*IMHO*

on time please..

kayaknya semua orang akan setuju klo hal yang paling membosankan adalah menunggu. kebanyakan orang juga akan setuju klo orang-orang Indonesia itu suka banget ngaret. orang yang tidak suka menunggu, kadang (mungkin) secara tidak sadar juga sering (setidaknya pernah) telat. padahal hal yang membuat orang lain menunggu adalah jam karet yang biasa dipakai oleh orang-orang Indonesia.

jam karet itu menular. klo seorang teman mempunyai kebiasaan telat, biasanya orang-orang disekelilingnya pun akan terbiasa menjadi telat. mungkin awalnya hanya ingin menyesuaikan waktu dengan teman yang terbiasa telat karena tidak ingin menunggu lama. atau mungkin ingin balas dendam karena kesal selalu menunggu. tapi lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi kebiasaan juga.

langkah terbaik untuk menghentikan atau setidaknya mengurangi kebiasaan telat seorang teman adalah menegurnya. tapi biasanya kita merasa tidak enak menegur seorang teman yang terbiasa telat. yang biasa dilakukan untuk "menegur" adalah dengan sengaja telat, dengan alasan seperti di atas atau kaena ingin memberi "pelajaran" dan menunjukkan klo menunggu itu membosankan. tapi biasanya teman tersebut tidak merasa tersinggung dan kebiasaan telatnya juga tidak berubah. 

gw ga mau munafik. gw pun pernah telat. tapi, gw berusaha untuk tidak merugikan orang lain. kebanyakan, telat yang biasanya gw lakukan adalah telat masuk kelas, yang berarti gw merugikan diri sendiri karena ketinggalan penjelasan materi dari dosen. saat ada janji dengan teman, gw berusaha untuk tidak telat, karena tidak mau membuat orang lain bosan menunggu kedatangan gw. karena tidak mau merugikan orang lain dengan membuang waktunya untuk menunggu gw. dan gw ingin menghargai orang lain yang telah bersedia bertemu gw.

saat ada janji dengan teman yang terbiasa telat pun, gw berusaha untuk tidak telat. itulah cara gw untuk "menegur" mereka. dengan datang tepat waktu, gw berharap mereka merasa tidak enak karena gw telah menunggu lama dan mereka mengubah kebiasaan telatnya. 

Wednesday, November 3, 2010

how books build my character

satu hal yang ga pernah ketinggalan di dalam tas gw adalah buku. novel tepatnya. apapun genre-nya. meskipun novel tersebut udah pernah gw baca, gw ga keberatan baca berulang kali kalo ga ada lagi yang bisa gw baca. Setiap ada kesempatan atau ga ada kerjaan, gw pasti baca. Waktu nungguin temen, di dalam angkutan umum, bahkan kadang gw bawa buku ke toilet.

Buku pertama gw adalah komik serial Candy-Candy dan serial Malory Towers. Hadiah dari tante gw waktu gw kelas 4 SD. Semenjak itu, gw gak bisa lepas dari buku. Berlebihan ya klo bilang gak bisa lepas dari buku, maksudnya kapanpun ada kesempatan pasti gw baca.

Gw belajar banyak hal dari buku-buku yang gw baca. Belajar tentang kebudayaan dan kebiasaan dari negara lain, belajar mengenai berbagai macam sifat dan karakter manusia, bahkan belajar bahasa asing. Dari buku pula gw belajar mana yang baik dan mana yang buruk, dan mana sifat yang disukai dan yang tidak. Sedikit banyak, karakter-karakter dalam buku yang gw baca membentuk karakter gw sekarang. klo udah gede gini sih, gak ngaruh karakter apapun, tapi karakter dalam buku yang gw baca waktu kecil menginspirasi gw untuk menjadi gw sekarang ini. kekaguman gw pada karakter-karakter di dalam membuat gw ingin menjadi seperti mereka.

Dan inilah gw sekarang. Mungkin tidak persis sama seperti karakter dalam buku, tapi gw berusaha selalu mengambil hal yang baik dalam sebuah buku.

Tuesday, November 2, 2010

say what you feel

“kalau suatu saat kamu punya rasa sayang sama orang lain, bilang aja ya, bilang. jangan sampe dia gak tau klo ada orang yang luar biasa sayang sama dia.”

Ada yang inget ga sama kutipan kalimat diatas? Itu adalah kalimat dalam film Alexandria, maksudnya jelas banget, supaya kita mengatakan rasa sayang kita kepada orang yang kita sayang.

Rasa sayang (atau cinta) memang harus dikatakan, tidak hanya ditunjukkan, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman. Menunjukkan rasa sayang tanpa mengatakannya membuat orang yang kita sayang cuma bisa menebak-nebak, bener gak ya dia suka sama gw?. mungkin karena ga mau dibilang ke-GR-an, jadi ya cuma bisa menebak-nebak, klo kita tetap gak bilang ya dia pasti mengambil kesimpulan klo kita ga suka sama dia dan dia mungkin cuma ke-GR-an.

Kesalahpahaman kayak gtu pernah dialami sama temen gw. Keduanya temen gw, si cowok sebut aja A, sedangkan si cewek sebut aja U. A sebenernya sayang banget sama U, tapi karena dia pendiem banget, jadi dia cuma ngasih perhatian ke U. Sebenernya U sadar klo A perhatian banget sama dia, tapi karena A gak pernah bilang, U juga gak berani ngambil kesimpulan sendiri dan gak mau dibilang ke-GR-an tentunya. Sampai pada akhirnya U memilih orang lain dan A terlambat untuk mengungkapkan perasaannya.

Jadi menurut gw, kita perlu mengatakan perasaaan kita. Supaya mereka tau klo ada yang sayang banget sama mereka dan mereka gak perlu menebak-nebak. Dan juga supaya kita gak perlu mengalami rasa sakit yang sama seperti yang A rasakan. Dengan mengatakan rasa sayang kita, kita emang belum tentu diterima, tapi setidaknya mereka tau dan kita tidak perlu berharap atau menebak-nebak perasaan mereka.

Monday, October 18, 2010

why do i don't like selfish

Saat bereda di dalam sebuah bis yang penuh sesak dan ada seorang nenek yang terhimpit diantara penumpang yang berdiri, apa yang akan kamu lakukan jika kamu kebetulan bisa duduk dengan nyaman?
Gw yakin banyak yang akan menjawab akan memberikan kursi kepada nenek tua itu.
Tapi bener nih mau ngasih tuh kursi? Yakin?

Setiap kali berangkat ke kampus atau pulang dari kampus, gw selalu naek metromini. Metromini sejuta umat yang penumpangnya rela berdesak-desakan di dalamnya.
Metromini ini selalu penuh. Klo penuh dalam pikiran lw berarti tidak ada kursi kosong dengan beberapa penumpang yang berdiri, lw salah besar. Penuh disini gak ada bedanya sama sarden yang masih di dalem kaleng. Klo lw masuk masih cantik dengan make up full, saat keluar make up lw bakalan udah luntur kena keringet karna kegerahan.
Oke, bukan itu sebenernya yang mau gw bahas.

Minggu lalu, temen gw ngetawain gw karna gw bilang lebih nyaman berdiri saat berada di dalem metromini yang penuh sesak itu. Dia bilang, pernyataan gw lucu, mana enak berdiri desek-desekan gtu? Emang ga enak sih, gak enak banget malah. Sempit, ga bisa gerak, ga bisa tidur, belum lagi harus waspada sama copet dan PK. Tapi seenggaknya, klo berdiri, gw bebas dari rasa bersalah karna ada nenek-nenek, kakek-kakek, ibu hamil, atau anak kecil yang berdiri juga.
Di dalem metromini itu, gw melihat dan belajar banyak hal. Gw melihat klo ada beberapa orang yang gak peduli sama kepentingan orang lain. Beberapa orang mulai menjadi selfish. Selfish atau dalam bahasa Indonesia berarti egois adalah tindakan yang lebih mendahulukan kepentingan pribadi daripada kepentingan orang lain.
Ga cuma di metromini, lingkungan disekeliling gw juga banyak yang selfish. Dalam segala aspek. Gak mau berbagi di dalam lift, gak mau ngalah di dalam metromini, gak mau geser di dalam angkutan umum, dan lain-lain. Selfish adalah sifat yang gw gak suka, karna manusia adalah makhluk sosial yang pasti membutuhkan orang lain. Gw percaya, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Klo kita baik sama orang lain, orang lain pun pasti baik juga sama kita.

Gw mati-matian berusaha untuk ga jadi selfish juga, karena keberadaan orang-orang selfish di sekitar gw menggoda gw untuk berubah, bahkan seorang temen pernah menyarankan supaya gw jadi selfish. Thanks to my parents karna telah mengajarkan gw untuk selalu berbagi.
Lw boleh bilang gw kampungan atau bego karna tetap sama pendirian gw, tapi tolong ingetin gw klo gw mulai berubah... ^^

Gw nulis ini, bukan berarti gw gak suka sama orang selfish. Gw cuma gak suka sama sifat selfish. Dan gw menghormati dan menghargai pilihan orang lain untuk menjadi apapun yang mereka inginkan.

the first

hai...
salam kenal blogger...

saya hanya manusia biasa yang sedang belajar menulis untuk mengeluarkan ide dalam otak.
jadi, selamat mambaca.
dan, maaf sebelumnya kalau ada yang tidak berkenan dalam tulisan saya... ^^